Skip to main content

Rangkuman IPS Kelas 10 Bab 1 : Sejarah Indonesia Kurikulum Merdeka

Rangkuman IPS Kelas 10 Bab 1 : Sejarah Indonesia Kurikulum Merdeka
Centralpendidikan.com - Berikut ini adalah rangkuman atau ringkasan pembelajaran materi kurikulum merdeka mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas X jenjang SMA/MA Bab 1 (Tema 01) yang berjudul Sejarah Indonesia: Manusia, Ruang, dan Waktu.

Rangkuman IPS Kelas 10 Bab 1 Kurikulum Merdeka Terbaru merupakan artikel yang dapat membantu tenaga kependidikan dalam proses pembelajaran berupa penyampaian materi pokok tanpa membaca keseluruhan kalimat yang terlampir di buku paket resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Rangkuman IPS Kelas 10 Bab 1 : Sejarah Indonesia Kurikulum Merdeka

Ringkasan IPS Kelas 10 Tema 1 ini sangat penting dan berkaitan langsung dengan isi pokok pembelajaran dari para guru yang diselaraskan pada Capaian Pembelajaran kurikulum merdeka.

Rangkuman IPS Kelas 10 Bab 1 : Sejarah Indonesia Kurikulum Merdeka


A. Pengantar Ilmu Sejarah
1. Mengapa Perlu Mempelajari Ilmu Sejarah?
Ilmu sejarah mempelajari berbagai peristiwa pada masa lampau yang berguna untuk menjelaskan dan mengungkap berbagai peristiwa pada hari ini dan masa mendatang. Hal inilah yang dimaksud dengan masa lalu selalu aktual dan relevan.

2. Manusia, Ruang, dan Waktu dalam Sejarah
a. Manusia sebagai penggerak, pelaku dan saksi sejarah
Manusia dalam kajian ilmu sejarah adalah subjek dan objek, yaitu manusia dengan segenap gagasan dan tindakannya adalah penggerak sejarah yang membawa perubahan di masyarakat. Ruang atau tempat yang dimaksud adalah kondisi lingkungan, baik secara sosial, budaya, geografis, maupun ekonomi. Manusia dalam waktu adalah bagaimana sejarah manusia dipelajari baik perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangannya.

b. Sejarah dalam Dimensi Ruang dan Waktu
Dalam ilmu sejarah, dimensi ruang atau spasial merujuk pada tempat suatu peristiwa terjadi. Dimensi ruang menjelaskan tentang kondisi dan situasi suatu peristiwa terjadi. Dimensi waktu merujuk pada kapan suatu peristiwa terjadi.

Kajian ilmu sejarah berbeda dengan arkeologi dan antropologi. Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia berupa fosil dan benda-benda dalam kehidupan manusia. Sedangkan antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dan kebudayaan. Walaupun kajiannya mencakup tentang kehidupan pada masa prasejarah.

Fokus kajian ilmu sejarah adalah mempelajari semua proses dan dinamika manusia dengan semua aspek kehidupannya di masa lampau.

c. Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah
Sebagai ilmu yang diakronis, Kuntowijoyo (2008) menjelaskan bahwa sejarah adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala yang memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang.

Sedangkan Ilmu sinkronis adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala yang meluas dalam ruang, tetapi dalam waktu yang terbatas.
  • Kronologi menurut KBBI adalah urutan waktu dari sejumlah kejadian atau peristiwa
  • Periodisasi adalah pembabakan waktu dalam sejarah dengan cara menghubungkan berbagai peristiwa sesuai dengan masanya dalam satu periode.
  • Sinkronis secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yaitu “synchronous” yang berarti terjadi secara bersamaan. Sinkronis dalam ilmu sejarah merujuk pada ruang tempat terjadinya suatu peristiwa atau kejadian yang menjelaskan tentang situasi dan kondisi (konteks) suatu masyarakat, sebab-akibat, dan korelasi (pola hubungan) atas suatu peristiwa.

B. Penelitian Sejarah
Penelitian sejarah menurut Louis Gottschalk (dikutip dari Saidah, 2011) menerapkan empat kegiatan pokok sebagai cara melakukan penelitian dan penulisan sejarah. Keempat kegiatan tersebut adalah :
1) Mengumpulkan berbagai informasi tertulis dan lisan yang relevan;
2) Membuang informasi yang tidak jelas dan keasliannya masih diragukan;
3) Mengambil kesimpulan dari bukti dan sumber sejarah yang tepercaya; dan
4) merangkai semua bukti dan sumber menjadi laporan.

• Sumber sejarah primer
Sumber sejarah primer adalah data utama yang diperoleh langsung dari subyek dan objek penelitian. Dalam penelitian sejarah, sumber sejarah primer adalah arsip, fosil, artefak dan hasil wawancara dengan pelaku atau saksi sejarah.

• Sumber sejarah sekunder
Sumber sejarah sekunder adalah data pendukung yang ditulis atau dibuat setelah kejadian selesai. Contoh dari sumber sekunder adalah hasil penelitian sejarawan, laporan penelitian yang relevan, biografi, surat- menyurat dan surat kabar yang tidak sezaman dengan peristiwa

Berdasarkan bentuknya, terdapat tiga bentuk sumber sejarah, yaitu sumber tertulis, sumber benda, dan sumber lisan.

C. Penulisan Sejarah (Historiografi)
Pada tahap ini sejarawan menyusun hasil interpretasi berbagai fakta sejarah. Bentuk dari historiografi berupa publikasi, laporan penelitian sejarah. Historiografi sejarah Indonesia yang ditulis oleh para sejarawan baik dari Indonesia maupun luar Indonesia pada umumnya dikelompokan dalam tiga jenis yaitu Historiografi tradisional, kolonial, dan modern

• Menghindari bias sejarah
Berdasarkan Kamarga (2017), bias sejarah adalah kecenderungan unsur subjektifitas, baik dari individu maupun kelompok, dan unsur keterpihakan dalam historiografi sejarah. Bias sejarah dalam historiografi dilakukan dengan membuat narasi (cerita) yang tidak sesuai dengan fakta atau pun berdasarkan sumber sejarah yang masih diragukan kevalidannya.

• Bagaimana melakukan penelitian dan penulisan sejarah?

D. Sejarah dan Teori Sosial



Demikian Rangkuman IPS Kelas 10 Bab 1 : Sejarah Indonesia Kurikulum Merdeka. Diharapkan artikel ini bermanfaat bagi guru dan siswa sebagaimana yang diprioritaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: 
Ki Hajar Dewantara : “Ing Ngarsa Sung Tuladha Ing Madya Mangun Karsa Tut Wuri Handayani”,- Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat dan di belakang memberikan kekuatan.